Jum. Feb 21st, 2020

Aa Maung Jalur Zonasi Gagal, Perwal no 666 tahun 2014,? Dari PPDB Rayonisasi Sampai Zonasi.

Bandung, Matainvestigasi.com – Asep B Kurni ( Aa Maung) kembali kritisi PPDB. Masih teringat dalam ingatan saya dimana Kota Bandung mulai menerapkan sistem PPDB Rayonisasi yaitu dengan terbitnya Perwal 666 th 2014 Kota Bandung Oleh Bapak Gubernur Ridwan Kamil saat itu masih menjadi Walikota Bandung, dimana mengatur mengenai Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sehingga booming istilah aturan PPDB Rayonisasi (29/06)

Menurut Aa Maung ” Tahun yang pertama Walikota Bandung saat itu Bapak Ridwan Kamil mengatur PPDB dengan sistem Rayonisasi dengan tujuan untuk mengurai kemacetan dan menghilangkan sekolah pavorit, tapi sayang sampai tahun sekarang dasar dari tujuan Zonasi ini sangat tidak berdampak signifikan dalam sundanya begini, ” Macet angger, sakola pavorit tetep, riweh beuki loba.

Saat aturan itu di berlakukan, semua orang tua sangat kaget dimana saat itu banyak sekali siswa miskin dengan kartu SKTM tidak bisa bersekolah, dan terjadi kekosongan di beberapa sekolah SMPN, sampai di buka kembali PPDB, serta di warnai Protes dan Aksi dari orang tua murid yang terus bergelombang hampir berbulan – bulan protes dari orang tua untuk terus memperjuangkan hak anaknya bersekolah.

Permasalahan terus terjadi sejak tahun itu sampai saat ini, dan sekarang Rayonisasi ini sudah di adopsi oleh Pemerintah Pusat dimana berganti nama, dengan nama Zonasi.

Dalam hal ini saya melihat ada beberapa permasalahan yang paling mendasar terjadi dalam setiap tahunnya diantaranya yaitu:

1. Setiap tahun aturan berubah, meskipun pada intinya tetap dilihat dari jarak (Zonasi), tapi dalam penerapan dari tahun ke tahun selalu berubah – ubah.

2. Perubahan aturan yang dirasa sangat mepet dengan waktu pelaksanaan sehingga minim dan kurangnya sosialisasi aturan baru ke masyarakat.

Saya pribadi (Aa Maung), sangat heran dengan aturan yang di rasa baik, tapi sangat di sayangkan faktanya cendrung terjadi permalahan yang sama.

Atas dasar ini, saya sangat berharap agar Pemerintah Pusat yang mengadopsi aturan dari Kota Bandung baiknya bisa mengkaji ulang, dan diharap lebih jeli dalam membuat aturan. Tidak membuat aturan bersumber dari pembisik dari sekeliling bahwa aturan Zonasi ini sangat siap di laksanakan, tanpa ada survei, atau tanpa melihat Fakta yang terjadi di lapangan (lingkungan Masyarakat).

Lanjut dia ” dengan sarana dan prasarana yang ada dimulai dari ketersedian bangunan sekolah, keadaan serta kelayakan bangunan sekolah, juga penunjang kegiatan anak-anak untuk sekolah saat ini belum merata dan belum memenuhi kebutuhan masyrakat. Hal itu saya tekankan bahwa sistem PPDB online dengan sitem ZONASI untuk saat ini sangat belum siap dilaksanakan.

Terakhir kepada para pembuat kebijakan sebaiknya hilangkan Egois masing – masing atau rasa gengsi, karena merasa telah mengeluarkan aturan yang di rasa belum siap dilaksanakan, bahwa Aturan PPDB Zonasi ini saya sendiri berpendapat gagal.

Tentunya harus menjadi pemikiran serius dimana para pihak terkait harus duduk bersama, terutama Bapak Ridwan Kamil sebagai penggagas aturan ini menyampaikan bahwa aturan Rayonisasi yang beliau buat saat itu, dan sekarang menjadi Zonasi oleh aturan Pemerintah, harus berani mengatakan bahwa aturan ini belum bisa di laksanakan secara gamblang, dan masih sangat belum siap untuk di terapkan, dapat dibuktikan sekarang secara Nasional Pendaftaran PPDB di tahun 2019 ini membuat sebagian Masyarakat kecewa dan terasa sulit ” tutup Aa Maung. (chox)

1 thought on “Aa Maung Jalur Zonasi Gagal, Perwal no 666 tahun 2014,? Dari PPDB Rayonisasi Sampai Zonasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *