Sel. Feb 18th, 2020

Waspadai Transportir B3 Nakal, Sektor 7 Terus Jelajahi Perbaikan Ipal, Lucky : Dansektor dan LH Tolong Awasi

Kab Bandung, Matainvestigasi.com – Permasalahan Limbah Industri yang selalu menjadi penyebab pencemaran lingkungan khususnya Daerah Aliran Sungai Citarum memang menjadi Pekerjaan Rumah yang panjang. Sejak Citarum Harum di kumandangkan dua tahun silam gencar dalam beroperasi menindak para perusak lingkungan agar kerusakan tidak menjalar dan kembali pulih, sungai kembali berfungsi baik agar bisa di manfaatkan orang banyak dan warga sekitar khususnya (06/02).

 

Banjir beberapa hari lalu yang menenggelamkan Pasawahan Dayeuhkolot membuat cairan limbah bebas mengalir ke sungai citarum khususnya Jl Cisirung, dikarenakan luapan air banjir yang cukup besar, apa lagi saat ini curah hujan masih di prediksi tinggi. Hal tersebut menjadi perhatian tersendiri, Dansektor 7 Kol Kav Purwadi mengambil sikap dalam mengatasi dan mengantisipasi agar kejadian serupa tidak harus terjadi lagi, dirinya melakukan komunikasi aktif terhadap para pelaku industri yang tergabung untuk mencari solusi yang baik dilingkungan.

Pt. Nagasakti Kurnia Textile Mill’s Cisirung No.38, Kelurahan Pasawahan Kecamatan Dayeuhkolot dijadikan tempat untuk rapat kordinasi bersama dalam mengatasi masalah dan menuntaskannya. Terlihat lebih 20 pengusaha industri hadir dalam acara tersebut yang di gelar oleh Dansektor 7. Menurut Purwadi selaku Dansektor ” hari ini kami bersama – sama owner sektor 7 terkait sosialisasi banjir yang ada di ipal komunal dan masyarakat, pangdam atau panglima juga berterima kasih atas partisipasinya, serta progres penanganan ipal di masing masing pabrik yang ada agar lebih baik kedepannya, ipal saat ini ada yang perbaikan sekitar 16 pabrik dan bangun baru sebagian “ucapnya.

Masih kata Purwadi, Kodam dalam hal ini satgas membantu mempercepat revitalisasi perbaikan Ipal MCAB, dan pemasangan Online Water Sistem di beberapa titik, itupun bisa sewa atau beli sendiri untuk dipasang outlet pabrik. Serta pengawasan transportir prngangkutan limbah B3 Slude, buttom ash dan fly ash.

“Karena banyak transportir nakal yang rugikan industri diluar prosedur dalam angkut limbahnya transportir buang limbahnya tidak sampai pada pemanfaat indosemen batukosin, bila di buang di jalan Itu akan rugikan pengusaha, pabrik washing juga sudah kena p21 karena sudah ada instruksi pa luhut ke kapolda, untuk sektor 7 sudah dibahas di PBB, ” imbuhnya.

Sementara Lucky Direktur MCAB atau yang akrab disapa Aan menjelaskan ” terkait alat ukur sensor di desember ini masalah hargalah konsedration karena cukup mahal menjadi pertimbangan kami, kita para pengusaha pada dasarnya akan mengolah limbahnya agar lebih baik lagi terkait mutunya, khususnya apa yang sudah di jelaskan beliau tadi, kita pasti sesuai arahan untuk citarum harum.

Lucky

“Harapan saya, LH dan Dansektor juga berikan wawasan dan pengawasan terhadap transportirlah, kita sudah keluar uang juga kena denda juga akibat transportir nakal, antisipasi saat ini transportir dalam angkut limbahnya harus berikan surat – surat atau data kendaraan lengkap miliknya yang tidak harus di rubah, dan minta juga petunjuk atau rekom transportir yang baik jangan abal – abal yang tidak rugikan pengusaha, karena quantiti yang cukup besar “tutup Aan. (chox)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *