Rab. Feb 19th, 2020

Air Cucian Kabel Pt Multi Adira Plasindo Tegalluar Diduga Limbah Cair, Sempat Mengalir ke Parit

Kab Bandung, Matainvestigasi.com – Masalah limbah yang mencemarkan lingkungan adalah masalah serius, dan harus ditangani secara tegas tidak boleh tarik ulur. Pelanggaran lingkungan harus di tindak baik secara pidana ataupun perdata, jika tidak ada ketegasan maka akan ada lagi oknum nakal industri yang akan terus melakukan hal yang sama. Program Citarum Harum khususnya di jawa barat harus berhasil dan jangan sampai jadi isapan jempol belaka (14/02).

Sampai saat ini masih ada oknum industri jadi pelaku kejahatan lingkungan, dengan sembunyi – sembunyi dalam prakteknya. Pt. Multi Adira Plasindo (MAP) yang berlokasi di Desa Tegalluar Bojongsoang sempat tertangkap basah diduga melakukan pencemaran lingkungan dengan cara membuang limbah cair olahannya bukan pada tempatnya, langsung ke parit atau got kecil, dan sudah pasti terbawa ke sungai.

Foto Saluran Limbah

Diduga kuat limbah cair tersebut dengan sengaja di by pass membobol tembok samping pabrik. Saat di konfirmasi Yuni bagian Legal pihak Pt. MAP mengatakan, “bahwa itu bukan limbah, tapi air cucian plastic yang di giling dan airnya terbuang seperti itu, karena palstic ini dari bekas kabel di bawah tanah dan kotor, jadi hasil airnya seperti itu “ungkapnya.

Saat ditanya siapa pemiliknya, yuni menjawab “Pa Ardi selaku owner dan dia orang sini seperti kita, saat ini sedang tidak ada di tempat. Dan saya pastikan itu bukan limbah, karena kita tidak pakai bahan kimia, hanya pewarna saja itupun warna asli dari kabel, jadi ya bau seperti ini “katanya.

“Lalu yang diparit itu bukan lumpur, melainkan sisa bubuk gilingan plastic yang akan diolah kembali, memang menumpuk di got itu, tapi kita angkat ke darat untuk di jemur dan masih bisa dipakai, saya pastikan juga akan kita benahi agar cairan hitamnya tidak keluar lagi, tapi kasih waktu untuk benahi semua.

Yuni menambahkan “Cairan hitam beminyak dan seperti busah itu keluar karena bak tampung kita sudah penuh, jadi luber kemana – mana dan hal ini belum lama kok, nanti kita rapetkan lagi rembesannya agar tidak ada cairan yang keluar, hanya saja kita perlu waktu “imbuhnya.

Ardi selaku owner MAP saat ditemui menjelaskan “terima kasih atas sarannya untuk perbaikan pabrik, dan saya sudah buat bak penampung ukuran 1×1 dalam sekitar 2 meteran untuk menampung air olahan plastic, kita buat seperti itu agar bubuknya bisa kita angkat ke darat, dan saluran yang ke parit sudah di tutup, kita tidak akan buang lagi ke parit.

“Kita juga sempat diperiksa pihak disnaker dan lingkungan hidup dari wastu kencana kemarin, dan pabrik kita tidak ada masalah, saat itu kita ikuti saran untuk bpjs. Menurut saya yakin pabrik tidak buang limbah, dan jelas bila di bilang limbah saya keberatan.

“Diluar pabrik ini kan masih banyak yang menghasilkan limbah, seperti cucian mobil itu limbah sabun dan kotoran hasil cucian, kita pabrik kecil gini tidak harus di perlebar, lalu apa tujuannya untuk di publikasikan, sementara sudah di jelaskan bahwa pabrik ini tidak ada limbahnya, itu hanya hasil cucian kabel saja, bahkan sisa diparit juga kita angkat “tutup ardi. (chox)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *